Indonesia Targetkan 150 Pesilat Ikut Ocean Open 2020

Home / Olahraga / Indonesia Targetkan 150 Pesilat Ikut Ocean Open 2020
Indonesia Targetkan 150 Pesilat Ikut Ocean Open 2020 Suasana Executive Meeting antara ASEAN Para Sports Federation (APSF) Kemenpora RI dan KJRI Melbourne (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESBANTEN, JAKARTA – Sebanyak 150 pesilat ditargetkan ikut dalam Ocean Open 2020, yang akan digelar pada Maret tahun mendatang.

Plt Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Sandi Suwardi Hasan, dalam Executive Meeting antara ASEAN Para Sports Federation (APSF) Kemenpora RI dan KJRI Melbourne mengatakan, program yang dirancang APSF ini merupakan langkah nyata eksistenai pencak silat di Oceania. Dia berharap kejuaraan ini bisa diikuti oleh Selandia Baru, dan beberapa negara lain.   

“Di Melbourne sendiri, diharapkan juga tumbuh para calon atlet yang berlatih di sekolah-sekolah dan pusat pelatihan,” harapnya.

Suasana-Executive-Meeting-2.jpg

Dijelaskannya juga, untuk memenuhi kebutuhan atlet, Indonesia akan mengekspor beberapa kebutuhan peralatan pencak silat, terutama body protector dan sarung tinju.

Selain itu alat olah raga itu akan dipasarkan di Australia, termasuk juga baju silat. Hai ini, sebagai kelanjutan program strategis sentra industri olahraga.

“Kerena saat berkunjung ke padepokan Minggu 10 November 2019 kemarin, Les (presiden SPSF) mengeluhkan sulitnya peralatan tersebut, serta baju silat. Bahkan jika kualitasnya bagus akan dipasarkan ke sekolah dan pusat pelatihan martial art,” terangnya.

Sementara Ketua SPSF, Les mengaku sangat gembira dengan dukungan dan kepedulian Pemerintah Indonesia, untuk pertumbuhan pencak silat di Oceania terutama Australia.

Presiden SPSF ini juga berharap, segera dikirimkan pelatih untuk peningkatan pelatih yang standart serta wasit dan juri.

Suasana-Executive-Meeting-3.jpg

“Di kejuaraan Oceania nanti, kami juga berharap beberapa atlet Indonesia dari beberapa perguruan dikirimkan sebagai pertandingan eksibisi dengan atlet kami di sini,” pintanya.

Masih Menurutnya, jika Desember dapat melaksanakan peningkatan kapasitas pelatih wasit dan juri, maka Maret nanti kejuaraan Oceania dapat dilakukan dengan standar terbaru persilatan.

Di lokasi terpisah, Vice President Persilat Beny Gautama menyambut baik Kemenpora RI dan berharap dukungan nyata ini dapat terus berlanjut.

“Ini akan dibawa dalam international meeting yg akan digelar persilat ditahun 2020,” ucapnya.

Sementara menurut Albert Abdi, pejabat di KJRI Melbourne, bahwa kesiapan perwakilan Indonesia di Melbourne siap, demi kemajuan pencak silat.

“Kami siap menjadikan pencak silat sebagai icon budaya dan Indonesia sport branding, dan berharap pencak silat dapat dipertandingkan tidak hanya di Asian games,” harapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com