Theresa May Mundur sebagai PM Inggris, Ini Respons Pemerintah Indonesia

Home / Berita / Theresa May Mundur sebagai PM Inggris, Ini Respons Pemerintah Indonesia
Theresa May Mundur sebagai PM Inggris, Ini Respons Pemerintah Indonesia Perdana Menteri Inggris Theresa May . (FOTO: CNN)

TIMESBANTEN, JAKARTATheresa May menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris (PM Inggris). Pemerintah Indonesia memahami keputusan mundurnya Theresa May, di tengah proses negara tersebut keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Keputusan pengunduran diri Theresa May disampaikan di depan kediaman resminya Downing Street di pusat Kota London, Jumat (24/5/2019).

Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan sendiri, May mengatakan bahwa dirinya telah berupaya menjadikan Inggris sebagai sebuah negara yang tidak hanya bekerja untuk segelintir orang istimewa saja, melainkan untuk semua orang.

"Dan untuk menghormati hasil referendum Uni Eropa. Pada 2016, kami memberi pilihan kepada rakyat Inggris. Berbeda dengan prediksi, rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa," ucapnya, dilansir dari Reuters.

"Saya merundingkan persyaratan Brexit dan hubungan baru dengan tetangga terdekat kami yang melindungi pekerjaan dan keamanan kami serta Uni," ujarnya.

"Saya telah melakukan semua semampu saya untuk meyakinkan Anggota Parlemen agar mendukung kesepakatan itu. Sayangnya, saya belum berhasil melakukannya. Saya sudah mencoba sebanyak tiga kali. Saya yakin benar untuk bertahan, bahkan saat peluang untuk sukses semakin kecil," lanjutnya.

Atas keputusan Theresa May itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, "Kita pahami keputusan PM Theresa May di saat yang sulit ini." 

Di bawah kepemimpinan May, kata Arrmanatha, kerja sama strategis Indonesia dan Inggris semakin erat.

"Indonesia siap bekerja sama erat dengan perdana menteri Inggris yang akan datang untuk terus meningkatkan kerja sama strategis kedua negara seperti di bidang ekonomi, pendidikan, lingkungan hidup, maritim, ekonomi kreatif hingga pertukaran budaya," ujarnya, dikutip dari Antara.

Theresa May yang berusia 62 tahun itu akan secara resmi mundur dari Partai Konservatif pada 7 Juni 2019 mendatang. Dia akan tetap menjabat PM Inggris sampai penggantinya terpilih.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com